DUMAI, DUMAI KOTA - Walikota Dumai Zulkifli AS memberikan arahan dan menyerahkan Surat Keputusan (SK) kepada 51 orang Bidan Pegawai Tidak Tetap (PTT) yang diangkat melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Kemenpan RB Republik Indonesia menjadi Aparatur Sipil Negeri (ASN), saat upacara rutin Pemko Dumai, Senin (27/2/17). 

"Seluruh ASN baik lama maupun yang baru dalam melaksanakan tugas sebagai abdi pemerintah sebagai pemberi pelayanan kepada masyarakat harus memperhatikan peraturan yang berlaku dan terbaru. Tujuannya adalah untuk mengantisipasi diri kita dari perbuatan kearah penyimpangan," ujar Zul AS sapaan akrabnya. 

http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Dumai
Lanjutnya, wilayah Riau sudah ada 8 orang KPK, dan BPK disetiap Kabupaten/Kota dan dibentuk Tim Saber Pungli dengan tujuan untuk pembinaan sebagai ASN. Dengan adanya lembaga tersebut jangan menjadi takut, hal yang terpenting adalah bagaimana mempunyai niat yang tulus dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. 

"Untuk Kota Dumai jumlah Bidan PTT keseluruhan berjumlah 59 yang diangkat menjadi pegawai ASN 51 orang, 8 orang sisanya yang tidak lulus seleksi tersebut terkendala di masalah administrasi faktor utamanya adalah karena faktor usia. Namun tetap diberikan kebijakan atas jasa menjadi pegawai pemerintah dengan perjajian khusus (P3K)," jelas orang nomor satu di Dumai itu. 

Tambahnya, patut disyukuri bersama, karena pengabdian para Bidan PTT ini tidak sebentar, ada yang 5 tahun, ada yang 10 tahun dan pada akhirnya kejelasan terwujud sudah, Pemerintah telah memberikan penghargaan yang cukup istimewa dengan diangkatnya Bidan PTT seluruh indonesia. 

"Saya berharap agar nantinya para bidan menjadi pekerja yang proposional serta kinerjanya lebih ditingkatkan lagi agar upaya dan kerja keras pemerintah dalam memberikan kebijakan setelah pengangkatan ini tidak sia-sia, jangan sampai setelah menjadi ASN kinerja menjadi menurun," tutupnya mengahiri sambutan.(dum*02)

DUMAI, DUMAI KOTA - Dalam rangka akselerasi investasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, Walikota Dumai Zulkifli AS mengadakan ramah tama bersama dunia usaha dan industri di Kota Dumai. 

http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Dumai
Pertemuan yang dilaksanakan di salah satu Hotel di Dumai, Selasa (4/6) malam, orang nomor satu di Kota Dumai meminta kepada pelaku usaha dan industri agar dapat meningkatkan nilai investasinya bagi daerah ini. 

"Selama saya dilantik belum pernah mengadakan ramah tamah seperti ini. Dari ramah tama inilah saya harapkan partisipasi perusahaan dalam program CSR untuk membangun Kota Dumai menjadi lebih baik," jelasnya. 

Dikatakannya, dalam waktu dekat Kota Dumai akan melaksanakan kegiatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 17 tahun. Diharapkan kepada seluruh perusahaan dapat berpartisipasi mensukseskan kegiatan tahunan tersebut. 

"Saya harapkan HUT ke 17 Kota Dumai yang tidak lama lagi kegiatanya ini seluruh perusahaan yang ada ikut memeriahkan perhelatan tersebut. Jangan sampai tahun ini sepi partisipasi," jelas Walikota Dumai. 

Sedangkan dalam jangka panjang, Walikota Dumai mengajak pimpinan perusahan yang hadir untuk ikut memberikan sumbangsih pembangunan melalui program CSR, yaitu "Pencanangan ruang terbuka hijau". 

Menurutnya, pencanangan ruang terbuka hijau ini adalah salah satu visi dan misi pemerintah Kota Dumai dalam memperindah kota, sebab Dumai adalah kota transit dan pintu gerbang ke berbagai daerah lain. 

"Tentunya kita harus memberikan kesan yang menarik, hal ini akan memberikan efek lansung terhadap pertumbuhan ekonomi dan berdampak positif bagi kemajuan dari ini dimata masyarat," harapnya. 

Sementara Kepala Badan Pelayanan Terpadu dan Penanaman Modal (BPTPM) Kota Dumai, Hendri Sandra mengatakan dengan adanya pertemuan ini antara pelaku usaha dan kepala daerah bisa mengenal lebih dekat. 

"Kalau sudah kenal dekat tentunya nilai investasi akan bertama dan memberikan efek baik bagi kemajuan pembangunan Kota Dumai, selama kepemimpinan Zulkifli As dan Eko Suharjo selama lima tahun ke depan," jelasnya.(mai04)

DUMAI, DUMAI KOTA - Dalam rangka mewujudkan program air bersih ke masyarakat yang dilaksanakan Pemerintah Kota Dumai, Walikota Dumai Zulkifli AS mengadakan pertemuan dengan investor dari Jepang yang bergerak di bidang teknologi pengolahan air bersih. 

http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Dumai
"Kita optimis program realisasi air bersih bisa segera dinikmati masyarakat Dumai. Hal itu ditandai dengan upaya pemerintah daerah menggandeng investor dari Jepang yang bernama Torey," kata Zulkifli As, di Kantor Walikota Dumai, Selasa (5/4/16). 

Dijelaskan orang nomor satu di Kota Dumai ini, bahwa teknologi pengolahan air bersih Torey tersebut merupakan teknologi paling mutakhir dan mampu mengolah air laut, sungai, gambut, dan limbah. 

"Dalam pemaparan persentasi yang mereka sampaikan bahwa teknologi ini telah dipakai di berbagai negara maju dunia, dengan harga yang ekonomis dan terjangkau sehingga memudahkan realisasi air bersih," jelasnya. 

Dikatakan Zul As, adapun di Indonesia, teknologi ini baru perdana diperkenalkan dan Kota Dumai mendapat kesempatan emas mengaplikasikannya jika nantinya berhasil dikembangkan di daerah ini. 

"Inilah bentuk komitmen saya selama memimpin Kota Dumai, program air bersih akan kita tuntaskan dan bisa segera dinikmati masyarakat. Kami bersama investor Jepang langsung melakukan peninjauan di beberapa titik," pungkasnya. 

Hadir pada pertemuan tersebut, Sekretaris Daerah Kota Dumai Said Mustafa, Kepala Bappeko Dumai Marjoko Santoso dan beberapa kepala SKPD lainnya dan dari tim perusahaan Torey dihadiri oleh 4 orang dari Jepang dan 2 orang dari Australia.(mai04)

DUMAI, DUMAI KOTA - Badan Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (BKB-P3A) Kota Dumai menyelenggarakan bimbingan teknis dan sosialisasi tentang kekerasan terhadap perempuan dan anak dalam rumah tangga. 

http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Dumai
Kegiatan yang dilaksanakan di ruang pertemuan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Dumai itu, secara resmi dibuka Walikota Dumai, Zulkifli AS, Selasa (5/4/16). 

Dalam sambutannya, Zulkifli As mengataka mendukung sekali pelaksanaan kegiatan itu, karena mengingat saat ini bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak dalam rumah tangga semakin meningkat. 

"Jumlah kekerasan terhadap perempuan dan anak dalam rumah tangga semakin meningkat, oleh karena itu kegiatan ini sangat perlu dilaksanakan. Kegiatan ini juga merupakan salah satu usaha kearah yang tepat," katanya. 

Menurut orang nomor satu di Kota Dumai, upaya menghapus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Indonesia khusunya di Kota Dumai sudah banyak dilakukan oleh pemerintah. 

Kata dia, pada kenyataan yang ada dalam kehidupan sehari-hari, masih nampak dengan jelas diskriminasi terhadap perempuan dan anak masih terjadi, baik secara sembunyi-sembunyi maupun secara terang-terangan. 

"Kekerasan terhadap perempuan dalam hal ini tidak hanya kekerasan dilingkungan rumah tangga saja, tetapi juga di wilayah konflik/bencana serta di bidang ketenagakerjaan," urai Zulkifli As. 

Lanjutnya, pada dasarnya terdapat empat hak pokok bagi anak-anak sesuai dengan amanat konstitusi yang diantaranya hak perawatan dan pengasuhan, hak kesehatan, hak pendidikan dan rekreasi, dan hak perlindungan dari kekerasan, eksploitasi, dan diskriminasi. 

Walikota berharap, melalui Bimtek yang diselenggarakan oleh BKB-P3A Kota Dumai diharapkan dapat memerikan tambahan pengetahuan tentang bagaimana menghadapi dan memberikan pertolongan serta bantuan terhadap perempuan dan anak sesuai dengan amanah UU yang telah ditetapkan. 

Terakhir Walikota mengucapkan terimakasi kepada narasumber yang telah sudi memenuhi undangan untuk memberi materi pada kegiatan tersebut. Dan kepada para peserta diminta atensi dan keseriusannya dalam mengikuti bimtek. 

"Atensi dan keseriusannya peserta sangat dituntut dalam mengikuti Bimtek ini hingga tuntas. Sehingga apa yang didapatkan dari Bimtek dan Sosialisasi bisa diimplementasikan ke lingkungan sehari-hari," pungkasnya.(mai04)

DUMAI, DUMAI KOTA - Walikota Dumai Zulkifli AS bersama jajarannya meninjau pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tahun 2016 hari pertama di SMAN 2 Dumai, SMKN 2 Dumai dan MAN Dumai. Dalam peninjauan itu dia mendoakan seluruh peserta UN lulus semua dan dapat nilai tinggi. 

http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Dumai
Saat meninjau pelaksanaan UN, Walikota Dumai ini hanya melihat proses UN dari luar ruangan agar tidak mengganggu konsentrasi murid. Disela-sela meninjau UN, Zulkifli AS mengatakan bahwa Ujian Nasioanl harus ditempuh dengan usaha yang gigih agar menapatkan hasil yang baik. 

"Jangan pernah takut menghadapi UN dan jangan pernah percaya dengan adanya bocoran soal-soal. Berusahalah semaksimal mungkin sehingga mendapatkan hasil yang baik dan mampu membawa diri kita menjadi orang yang pintar," kata Wako Dumai, usai meninjau UN di hari pertama, Senin (4/4/16). 

Orang nomor satu di Kota Dumai ini berharap kepada seluruh peserta UN mampu menjawab soal agar mendapatkan nilai terbaik. Dirinya juga menargetkan Kota Dumai masuk lima besar dalam pelaksanaan UN tahun ini di Provinsi Riau. 

"Untuk itu saya berharap seluruh peserta UN mampu menjawab soal agar mendapatkan nilai terbaik agar Dumai masuk lima besar dalam pelaksanaan UN 2016. Dan saya tegaskan lagi jangan percaya dengan kunci jawaban yang diperjual belikan, itu kerjaan orang yang sengaja memanfaatkan situasi untuk meraih keuntungan," pungkasnya. 

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Kota Dumai, Syaari menambahkan, UN 2016 tingkat SMA sederajat diikuti 3.628 siswa dan dilaksanakan 4 hingga 6 April 2016 mendatang. Jumlah tersebut terdiri dari pelajar tingkat SMA sederajat 1.939 siswa dan tingkat SMK sederajat 1.689 siswa. 

Di Kota Dumai ada 24 sekolah tingkat SMA sederajat yang melaksanakan UN, 12 sekolah diantaranya menerapkan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) diantaranya SMAN 1, SMAN 2, SMA Binsus, SMA YKPP dan SMA Santo Tarcisius, SMKN 1, SMKN 2, SMKN 3, SMKN 4, SMKN 5, SMK Erna dan SMK Taruna Persada.

"Alhamdulillah pada UN tahun ini tidak ada masalah, soal dan lembar jawaban semuanya cukup dan seluruh sekolah dapat mengikuti UN termasuk sekolah yang menerapkan UNBK tidak ada kendala yang berarti," katanya saat mendampingi Walikota Dumai Zulkifli AS. 

Terkait isu peredaran kunci jawaban, Kadisdik menegaskan bahwa peserta UN jangan pernah mempercayainya. Isu tersebut menurutnya selalu dilontarkan ketika pelaksanaan UN. Untuk diketahui soal UN dalam satu kelas berbeda-beda jadi tidak mungkin ada kunci jawabannya beredar luas ditengah-tengah masyarakat. 

"Itu hanya isu atau sengaja dimanfaatkan oleh oknum yang ingin meraih keuntungan. Kita berharap peserta UN mendapatkan nilai terbaik. Bahkan sebelum dilaksanakan UN berbagai persiapan Pra UN sudah dilaksanakan, seperti try out UN, dan bimbingan belajar lainnya agar peserta UN benar-benar siap mengikuti UN," pungkasnya.(mai04)

DUMAI, DUMAI KOTA - Dalam rangka penanganan bencana tahun 2017 mendatang, Pemerintah Kota Dumai menganggarkan Rp2,5 miliar. Dana itu nantinya dapat digunakan untuk mencegah terjadinya bencana kebakaran lahan dan hutan (Karlahut) 

http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Dumai
"Pemerintah Kota Dumai menganggarkan Rp2,5 miliar untuk penanganan bencana Tahun 2017, anggaran tersebut termasuk untuk mencegah terjadinya bencana Karlahut di 2017," kata Kepala Bappeko Dumai, Marjoko Santoso, Senin (4/4/16). 

Dikatakan mantan Kadiskes Dumai ini, anggaran tersebut sudah di bahas dalam Musrenbang menyusun Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Dumai 2017 yang dibuka Walikota Dumai Zulkifli AS di Gedung Pendopo Sri Bunga Tanjung. 

"Dalam penyusunan RKPD kita memasukkan anggaran penanganan bencana sebesar Rp2,5 miliar. Selain mengalokasikan anggaran penanganan bencana di 2017, Pemerintah juga sudah membahas upaya-upaya pencegahan Karlahut," katanya. 

Dijelaskannya, belum lama ini seluruh instansi terkait diundung untuk ikut rapat koordinasi membahas upaya pencegahan bencana karlahut. Salah satu upaya yang akan dilakukan adalah membuat sekat kanal atau kanal blocking untuk mencegah karlahut. 

"Sekat kanal berfungsi menjaga lahan gambut agar tetap basah. Lalu, kita akan membuat embung untuk cadangan air, jika terjadi kebakaran tim akan mudah mendapatkan sumber air untuk memadamkannya," kata Marjoko Santoso. 

Selain itu, kata dia, pihaknya akan berupaya menambah peralatan pemadam karlahut. Mengingat peralatan yang dimiliki BPBD Kota Dumai minim dan perlu adanya penambahan sehingga dalam penanganan kebakaran lahan dan hutan bisa teratasi dengan cepat. 

"Anggarannya saat ini tengah kita bahas dan mudah-mudahan bisa masuk pada APBD Murni 2017. Dengan masuknya anggaran ini segala bencana dapat teratasi dengan cepat di Kota Dumai," ungkap Kepala Bappeko Dumai, Marjoko Santoso.(mai04)

DUMAI, DUMAI KOTA - Luar biasa, Dumai yang di kenal sebagai Kota Jasa dan Industri, dengan banyaknya perusahaan - perusahaan yang berinvestasi di daerah ini, ditambah dua Kawasan Industri terkenal yakni Kawasan Industri Dumai yang berada di Kecamatan Medang Kampai dan Kawasan Industri Lubuk Gaung yang berada di Kecamatan Sungai Sembilan. Namun sebaliknya meski menjadi kawasan industri tapi tingkat pengangguran di kota Dumai masuk tiga besar di Riau.

http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Dumai
Hal ini terungkap dalam paparan yang disampaikan oleh Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Dumai dalam kegiatan Musrenbang Kota Dumai Tahun 2016 Dalam Rangka Penyusunan Perencanaan Pembangunan Daerah Tahun 2017 yang berlangsung di Gedung Pendopo, Jalan Putri Tujuh, Selasa (29/3).

Kegiatan Musrenbang tersebut secara resmi di buka Walikota Dumai Drs Zulkifli As. Turut hadir Wakil Walikota Dumai Eko Suharjo, Ketua DPRD Dumai Gusri Effendi, Wakil Ketua DPRD Dumai Zainal Abidin, Kepala Bappeda Dumai Marjoko Santoso, Kepala SKPD dilingkungan Pemko Dumai, Camat, Lurah dan Masyarakat Perwakilan Kecamatan yang ada di Kota Pelabuhan ini.

Saat dimintai tanggapannya terkait Penggangguran di Dumai peringkat tiga di Provinsi Riau, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Dumai Drs Amiruddin mengatakan, bahwa dirinya lagi sedang tidak konsentrasi.

“Belum konsentrasi, nantilah,” ujar Amiruddin sambil berlalu di sela-sela kegiatan Musrenbang yang berlangsung di Pendopo.

Sementara, Kepala Bappeda Dumai Marjoko Santoso mengatakan, bahwa tingkat pengangguran di Kota Dumai meraih peringkat tiga di Provinsi Riau.

Menurutnya, hal itu terjadi karena, belum tuntasnya masalah Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Selain itu juga disebabkan semakin sedikitnya kesempatan atau peluang kerja, sementara angkatan kerja terus bertambah.

“Kesempatan kerja di Dumai kan sekarang Staknan, terkait masalah RTRW. Sehingga investasi di Kota Dumai tidak bisa. Sementara, kita mengharapkan dengan adanya investasi di Kota Dumai ini tentunya akan membuka peluang kerja, dengan terhentinya itu tentunya kesempatan kerja di Dumai tidak bertambah, sedangkan angkatan kerja bertambah. Ini salah satu penyebab tingkat penggangguran di Dumai tinggi,” sebutnya.(mai03)

DUMAI, DUMAI KOTA - Walikota Dumai, Zulkifli AS meminta kepada Direktur RSUD Kota Dumai meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Bukan hanya mengejar keuntungan materi, namun lebih mengedepankan sosial kemasyarakatan. 

http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Dumai
"Saya berharap tidak hanya gedungnya atau peralatannya saja yang baik, namun kualitas pelayanan kepada warga terutama masyarakat miskin hendaknya dapat ditingkatkan lagi," pesan Walikota Dumai, Senin (28/3/16). 

Menurut orang nomor satu di Kota Dumai, masih banyak riak-riak diluar tentang keluhan kurang maksimalnya pelayanan kepada masyarakat yang diberikan rumah sakit milik Pemerintah Kota Dumai tersebut. 

"Harapan saya, RSUD Kota Dumai dengan visinya pelayanan kesehatan holistik dengan sentuhan kasih ini, akan terus berkembang dan mampu menjadi kebanggaan kita bersama-sama dan tidak menimbulkan keluhan," ungkapnya. 

Menurut Wako, peran RSUD Kota Dumai memiliki arti yang sangat penting dan berpartisipasi aktif dalam rangka menciptakan pembangunan kesehatan masyarakat khususnya di Kota Dumai maupun dari luar daerah. 

"Apalagi setakat ini masyarakat kerap berobat keluar negeri. Terutama ke Malaka-Malaysia dan Singapura. Ini keprihatinan kita bersama. Fenomena ini harusnya menjadi perhatian untuk menginstrospeksi diri," jelasnya. 

Ditegaskan Zulkifli As, fenomena tersebut sesungguhnya merupakan refleksi dari krisis kepercayaan dan ketidakpuasan masyarakat untuk mendapatkan pelayanan medis di negeri sendiri secara maksimal. 

"Jangan terlalu naif mengaitkan fenomena berobat ke luar negeri dengan nasionalisme. Sebab mendapatkan layanan kesehatan yang prima dengan teknologi mutakhir dan service excellent adalah kebutuhan alamiah hak asasi setiap orang," katanya. 

Oleh karena itu, kata dia, pengembangan kapasitas pemerintah daerah untuk mengelola, memanfaatkan dan mengembangkan sumber daya secara optimal, selaras dengan upaya meningkatkan dunia kesehatan melalui sarana dan prasarana. 

"Ini adalah prioritas dan kegiatan strategi yang perlu diwujudkan bersama. Karena secara tidak langsung masyarakat yang ingin mendapatkan pelayanan medis butuh perhatian istimewa dan pelayanan penuh kasih," urainya. 

Apalagi keberadaan RSUD Kota Dumai sendiri kini sudah cukup menuhi standar rumah sakit dengan dibangunnya Gedung Baru Rawat Inap, seperti kelas I, II dan III. Karena peningkatan Bidang Kesehatan menjadi tanggungjawab pemerintah.(mai03)

DUMAI, DUMAI KOTA - Walikota Dumai Zulkifli As meminta kepada seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dilingkungan Pemerintah Kota Dumai untuk menyiapkan program kerja yang bersentuah dengan masyarakat dan kemajuan pembangunan bagi daerah. 

http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Dumai
Permintaan orang nomor satu di Kota Dumai itu saat memimpin rapat pembahasan program atau Rencana Kerja (Renja) tahun 2017 yang dilaksanakan di Gedung Media Center, kemarin bersama seluruh program SKPD dilingkungan Pemerintah Kota Dumai. 

"Rapat Renja tahun 2017 saya minta agar memuat program pembangunan yang menyentuh masyarakat. Jangan sampai program pemerintah tidak bersentuhan dengan masyarakat. Saya minta kegiatan yang bersifat seremonial dikurangi," pesan Zulkifli As, saat memimpin rapat. 

Wako juga meminta Renja 2017 ini fokus pada masalah infrastruktur dan program peningkatan perekonomian masyarakat. Untuk mensukseskan program infrastruktur, SKPD terkait diminta membuat usulan program kerja beserta anggarannya. 

Sedangkan untuk bidang ekonomi, lanjutnya, difokuskan pada peningkatan perekonomian masyarakat dalam rangka menekan angka kemiskinan. Oleh sebab itu, untuk SKPD terkait agar bisa menyesuaikan anggara dana yang dibutuhkan untuk dimasukkan ke dalam APBD tahun 2017. 

"Untuk anggaran yang dibutuhkan SKPD terkait saat ini tengah menyusunnya. Kita berharap melalui rapat program kerja 2017 masing-masing SKPD terkait dapat membuat program yang bersentuhan dengan masyarakat dan bisa menyesuaikan dengan anggaran yang ada," harap Zul As. 

Lebih lanjut, Walikota mengatakan bahwa, infrastruktur yang baik dapat mensukseskan Visi dan Misi Kota Dumai selama kepemimpinannya selama lima tahun ke depan. Selain itu, diharapkan mampu meningkatkan nilai investasi di Kota Dumai. 

"Infrastruktur yang baik dapat meningkatkan fasilitas dan pelayanan terhadap pelaku bisnis disamping dapat meningkatkan pelayanan kepada masyarakat umum. Hal tersebut perlu menjadi perhatian, mengingat pertumbuhan investasi di kota Dumai kian pesat," katanya. 

Peningkatan infrastruktur juga diharapkan mampu mendorong laju pertumbuhan ekonomi sehingga kemakmuran dan kesejahteraan rakyat bisa terwujud mengingat infrastruktur sangatlah berpengaruh dalam menjaga stabilitas ekonomi. 

Terakhir, Zul As mengharapkan dukungan dari seluruh lapisan masyarakat sehingga program pembangunan yang telah canangkan oleh Pemko Dumai dapat berjalan dengan baik dan sukses. Agar program ini dapat berjalan dengan baik, tentunya butuh dukungan dari seluruh lapisan masyarakat Dumai.(mai03)
Powered by Blogger.