DUMAI, DUMAI KOTA - Dalam rangka penanganan bencana tahun 2017 mendatang, Pemerintah Kota Dumai menganggarkan Rp2,5 miliar. Dana itu nantinya dapat digunakan untuk mencegah terjadinya bencana kebakaran lahan dan hutan (Karlahut) 

http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Dumai
"Pemerintah Kota Dumai menganggarkan Rp2,5 miliar untuk penanganan bencana Tahun 2017, anggaran tersebut termasuk untuk mencegah terjadinya bencana Karlahut di 2017," kata Kepala Bappeko Dumai, Marjoko Santoso, Senin (4/4/16). 

Dikatakan mantan Kadiskes Dumai ini, anggaran tersebut sudah di bahas dalam Musrenbang menyusun Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Dumai 2017 yang dibuka Walikota Dumai Zulkifli AS di Gedung Pendopo Sri Bunga Tanjung. 

"Dalam penyusunan RKPD kita memasukkan anggaran penanganan bencana sebesar Rp2,5 miliar. Selain mengalokasikan anggaran penanganan bencana di 2017, Pemerintah juga sudah membahas upaya-upaya pencegahan Karlahut," katanya. 

Dijelaskannya, belum lama ini seluruh instansi terkait diundung untuk ikut rapat koordinasi membahas upaya pencegahan bencana karlahut. Salah satu upaya yang akan dilakukan adalah membuat sekat kanal atau kanal blocking untuk mencegah karlahut. 

"Sekat kanal berfungsi menjaga lahan gambut agar tetap basah. Lalu, kita akan membuat embung untuk cadangan air, jika terjadi kebakaran tim akan mudah mendapatkan sumber air untuk memadamkannya," kata Marjoko Santoso. 

Selain itu, kata dia, pihaknya akan berupaya menambah peralatan pemadam karlahut. Mengingat peralatan yang dimiliki BPBD Kota Dumai minim dan perlu adanya penambahan sehingga dalam penanganan kebakaran lahan dan hutan bisa teratasi dengan cepat. 

"Anggarannya saat ini tengah kita bahas dan mudah-mudahan bisa masuk pada APBD Murni 2017. Dengan masuknya anggaran ini segala bencana dapat teratasi dengan cepat di Kota Dumai," ungkap Kepala Bappeko Dumai, Marjoko Santoso.(mai04)

Post a Comment

Powered by Blogger.